![]() |
| foto ilustrasi |
TIADA KATA JERA DAN PUTUS ASA DALAM PERJUANGAN, MANAKALA PERJUANGAN ITU DI PERUNTUKKAN BAGI KEMULIAAN MANUSIA
SEMANGAT PAGI
Kamis, 17 Januari 2013
1 keluarga tersengat listrik
Rawapening kembali memakan korban
korban memanfaatkan cuti dari pekerjaan untuk memancing di Danau Rawapening Bersama dengan dua rekannya Gito dan Mukhtar, mereka masing masing menggunakan perahu yang di sewa dari nelayan sekitar danau dan menuju lokasi di Dusun Tegalwuni, Desa/Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang
Kamis, 03 Januari 2013
2 KORBAN PENDAKI BERHASIL DI EVAKUASI
| foto : dokumentasi suara merdeka |
Wonosobo -Pergantian tahun
merupakan moment berharga yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Acara –
acara telah disiapkan jauh hari sebelum hari pelaksanaan demi memeriahkan acara
tersebut. Tempat – tempat keramaian (hiburan) banyak diserbu penggujung agar
bisa menikmati malam pergantian tahun tersebut. Namun naas di saat sebagian
besar orang merayakan gemerlapan indahnya pesta kembang api dan nyaringnya
teriupan terompet, dua dari enam pendaki harus memejamkan matanya untuk selama –
lamanya di puncak tertinggi ke tiga di jawa tengah. Ya...Gunung Sindoro menjadi
saksi tewasnya dua pendaki ABG asal Desa Kapulogo, Kecamatan Kepil, Kabupaten
Wonosobo. Mufaikin (17 tahun) dan Mundi Ulfuad (15 tahun) yang tercatat sebagai siswa aktif di SMK
Almadani Kepil dan SMP 3 Kepil, bersama empat teman lainya Ahmad Khosim,
Islaudi dan Imam Hidayat yang seharusnya menghabiskan malam tahun baru di
puncak Sindoro, malah menjadi bencana, kedua korban diyakini menghirup gas
sulfur (gas beracun) yang berada di puncak Sindoro. Tim dari SAR, BPBD, Polhut,
TNI, Polri, Pecinta Alam Grasindo berhasil mengevakuasi korban atas nama Mundi
Ulfuad pada pukul 22.00 WIB kerumah duka,,sedangkan Mufaikin baru dapat di
evakuasi pada pukul 06.00 WIB karena terkendala
cuaca buruk dan medanya terlalu berat.
Koordinator Tim SAR Wonosobo Muhail Effendi mengatakan, korban adalah penduduk Desa Kapulogo Kecamatan Kepil di mana mendaki bersama dengan rombongan 6 orang yakni Ahmad Khosim Islahudin, Miqbal dan Imam Hidayat. Bahkan mereka diketahui pelajar yang tercatat masih sekolah di SMK Almadani Kepil dan SMP 3 Kepil.
Jumat, 28 Desember 2012
GLADI TANGGUH UBALOKA TEGAL
| UBALOKA KAB. TEGAL |
TEGAL - Rangkain kegiatan Gladi Tangguh Ubaloka Kab.Tegal telah usai pada tanggal 26 Desember 2012, kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari dimulai dari tanggal 23 Desember 2012 dibuka ketua Kwarcab kab. Tegal dr H WIDODO JOKO MULYONO, MKes MMR, peserta berjumlah 42 orang terdiri dari 8 putri dan 34 putra yang berasal siswa SMA dan SMK se-Kab. tegal.
Pada hari pertama tanggal 23 Desember 2012 setelah upacara pembukaan peserta diberikan materi tentang sejarah Ubaloka dengan instruktur dari senior ubaloka kab. Tegal, Sejarah SAR yang diberikan oleh SARDA JATENG, PPGD yang di berikan oleh PMI Kab. tegal serta dari BPBD Prov. Jateng yang memberikan Materi tentang Kebencanaan pemberian materi kelas ini bertujuan agar peserta sebelum terjun langsung ke lapangan mengerti apa yang akan dilakukan, pemberian materi berlangsung GOR Trisanja Kab. Tegal
Selasa, 25 Desember 2012
Korban Tenggelam Di pantai Bunton ditemukan tewas
![]() |
| ilustrasi pencarian korban |
sebelumnya pada pukul 08.00 wib korban pertama di temukan jauh dari lokasi yaitu di pantai srandil cilacap (25/12). juga dalam keadaan meningggal.
kejadian bermula ketika kedua korban bermain dan berenang di pantai bunton (24/12), tapi tiba-tiba kedua korban terseret ombak ke tengah.
menurut Bejo Prayitno selaku komandan Cilacap Rescue mengatakan " dengan karakteristik pantai bunton yang ombak besar, pencarian korban dilakukan dengan menyisir pantai dan memberitahukan pada nelayan2 dan warga sekitar pantai" ujarnya.
kedua korban langsung di bawa ke rumaha duka di Desa Plikon, Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap. pencarian korban di lakukan oleh tim Sar gabungan dari BASARNAS, Cialcap Rescue, SAR Cilacap, RAPI dan warga masyarakat. (ndem)
Langganan:
Postingan (Atom)

