SEMANGAT PAGI

semangat pagi..BILA ADA INFO BENCANA/MUSIBAH SEGERA HUBUNGI EMERGENCY CALL : 024 70703045 / 08122914271)

Senin, 18 November 2013

Liputan media

Sindonews.com - Anggota Komisi I DPR Hayono Isman salut terhadap tim relawan penanggulangan bencana Indonesia. 

Menurutnya, relawan itu diibaratkan sebagai orang gila yang mau mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan orang lain. Berbeda dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menyelamatkan 
orang karena memang tuntutan profesinya. 

"Tapi relawan meski bukan sebagai tuntutan profesi, rela mengobankan nyawa untuk menyelamatkan nyawa manusia lain yang terkena musibah bencana. Sungguh suatu tindakan yang sangat mulia," ujar Hayono dalam pembukaan Jambore dan gladi tangguh relawan penanggulangan bencana Indonesia di Taman Hutan Raya KGPA Mangkunegoro I, Karanganyar Solo, Jumat, 15 November 2013 sore.

Pada kesempatan itu salah satu peserta Konvensi Capres 2014 dari Partai Demokrat ini juga mengajak para relawan dalam kehidupan sehari-harinya agar tertarik pada kewirausahaan yang berbasis green economysesuai dengan asal lokasi masing-masing. 

"Jangan biarkan semua kebutuhan pangan di impor termasuk buah-buahan, beras, gula,garam dlan lain-lain. Relawan di tempatnya masing-masing membangun ekonomi kewirausahaan yang mengacu pada ekonomi hijau, perekonomian yang ramah lingkungan seperti agrowisata," tukasnya.

Acara Jambore dan gladi tangguh relawan penanggulangan bencana Indonesia di Taman Hutan Raya KGPA Mangkunegoro I, Karanganyar Solo itu berlangsung selama tiga hari sampai mulai 15-17 November 2013 yang diselenggarakan oleh Sar-Sena Kosgoro dan dihadiri 1.000 relawan dari berbagai unsur masyarakat se Jateng-DIY, termasuk Jatim.

Berita Hayono Isman ajak mahasiswa miliki semangat gotong royong.


sumber

Jumat, 25 Oktober 2013

JAMBORE DAN GLADI TANGGUH KOMUNITAS RELAWAN PB INDONESIA 2013

TENTANG JAMBORE

PENDAHULUAN

Besarnya jumlah penduduk Indonesia dapat diberdayakan dalam menghadapi kedaruratan dan dalam upaya pengurangan risiko bencana. Undang-undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana menetapkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah adalah penanggung jawab penyelenggaraan penanggulangan bencana. Namun, Pasal 27 UU tersebut menegaskan bahwa setiap orang berkewajiban untuk melakukan kegiatan penanggulangan bencana. UU ini juga mengatur keterlibatan pihak swasta, lembaga-lembaga non-pemerintah dan lembaga internasional dalam penanggulangan bencana. Masyarakat dan pihak non-pemerintah dapat berpartisipasi dalam berbagai bentuk kerelawanan dalam penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana. Agar keterlibatan para pemangku kepentingan dapat terarah dan terkoordinasi, perlu dirumuskan aturan-aturan bagi kerja relawan dalam penanggulangan bencana. Aturan yang dituangkan dalam bentuk pedoman ini akan mengatur peran, hak dan kewajiban relawan dalam menjalankan fungsi kerelawanan pada saat tidak terdapat bencana, dalam masa tanggap darurat, dan saat rehabilitasi-rekonstruksi pasca bencana.
Hal tersebut, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No. 17 Tahun 2011 Tentang Pedoman Relawan Penanggulangan Bencana. Relawan Penanggulangan Bencana, yang selanjutnya disebut relawan, adalah seorang atau sekelompok orang yang memiliki kemampuan dan kepedulian untuk bekerja secara sukarela dan ikhlas dalam upaya penanggulangan bencana.
Pembinaan relawan mencakup segala usaha, tindakan dan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, pendidikan dan pelatihan, pengembangan kapasitas, pengerahan, serta pengendalian kegiatan kerelawanan perlu dilakukan. Pembinaan relawan adalah bertujuan untuk: Meningkatkan kompetensi (pengetahuan, sikap dan perilaku) dan integritas relawan; serta meningkatkan kapasitas relawan agar dapat bekerja dengan baik dan profesional, serta menunjukkan kinerja maksimal.
Oleh karena itu,  Jambore Komunitas Relawan Penanggulangan Bencana Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal  15 - 17 Nopember 2013 di Taman Hutan Rakyat KGPAA MANGKUNEGORO I , Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah perlu diselenggarakan.


NAMA KEGIATAN
JAMBORE DAN GLADI TANGGUH KOMUNITAS RELAWAN PENANGGULANGANBENCANA INDONESIA

TEMA KEGIATAN
DENGAN SEMANGAT KEJUANGAN DAN JIWA GOTONG ROYONG, KITA TINGKATKAN KOPENTENSI, INTEGRITAS, DAN KAPASITAS  RELAWAN PENANGGULANGAN BENCANA YANG TANGKAS, TANGAP DAN TANGGUH .



TUJUAN KEGIATAN

Tujuan Umum
Meningkatkan Kemampuan Komunitas Relawan Penanggulangan Bencana Yang Tangguh, Tangkas Dan Terampil Dalam Rangka Menumbuhkan Semangat Gotong Royong.

Tujuan Khusus
1.      Menumbuhkembangkan serta membangkitkan kembali semangat gotong royong sebagai character of the nation.
2.     Meningkatkan keterlibatan dan peran serta relawan beserta komunitas relawan PB dalam rangka kegiatan penanggulangan bencana.
3. Meningkatkan kemampuan dan kapasitas relawan PB agar dapat bekerja dengan terkoordinasi, efektif dan efisien.
4.  Membangun dan menjalin tali silaturahmi antar komunitas relawan penanggulangan bencana se Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
5.      Terbentuknya forum komunikasi antar komunitas relawan penanggulangan bencana
6. Meningkatkan tata kelola organisasi komunitas Relawan Penaggulangan Bencana Indonesia
7.     Membangun Komunitas Relawan Penanggulangan Bencana Yang Tangguh, Tangkas Dan Terampil
8. Memberikan pengalaman mental spiritual, keterampilan intelektual danteknologi yang mendukung dalam kebencanaan.

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Hari             : Jumat - Minggu ,
Tanggal        : 15 s/d 17 Nopember 2013
Tempat         : TAMAN HUTAN RAKYAT KGPA MANGKUNEGARA I, G. Lawu
   (Candi Sukuh), Desa Berjo, Kec. Ngargoyoso, Kabupaten
      Karanganyar Jawa Tengah.

TARGET PESERTA KEGIATAN
Estimasi peserta + 1000 relawan, yang berasal dari 100 organisasi relawan meliputi : Komunitas Relawan Penanggulangan Bencana Indonesia, Rescue dan SAR,CORE dan komunitas Radio Kebencanaan.





BENTUK KEGIATAN
1.        Perkemahan
Peserta akan berkemah membentuk satu tatanan perkemahan yang kondusif, rapi dan selaras dengan alam. Total target kapling peserta sebanyak 100 tim atau kapling. Perkemahan akan diatur dalam bentuk perkemahan induk.

2.        Malam Santiaji
Malam Pertemuan yang diselenggarakan untuk memberikan pengarahan singkat menjelang pelaksanaan kegiatan, pembagian kelompok atribut kegiatan. Dilanjutkan dengan sarasehan kasepuhan.

3.        Simulasi Penanggulangan Bencana
Kegiatan ini untuk melatih kepekaan dan kesiap siagaan relawan dan  masyarakat dalam menanggulangi bencana alam, juga kegiatan ini untuk memelihara, memacu serta meningkatkan kerja sama dan keterpaduan antar unsur potensi masyarakat dengan aparat dalam penanganan dan penanggulangan bencana alam yang kejadiannya tidak dapat diduga dan dampaknya tidak dapat diperhitungkan.
4.        Kegiatan Lomba dan  Malam Relawan
·           Lomba
Kegiatan lomba adu ketrampilan dalam penanganan bencana yang bernuansa fun dan kompetisi sehat untuk melatih dan meningkatkan ketrampilan individu dan komunitas relawan penaggulangan bencana.
·           Malam Relawan
Kegiatan apresiasi seni dan ajang berkumpul santai semua relawan penanggulangan bencana se Jawa Tengah. Dengan format sederhana, santai dan berbaur dengan dinginnya malam, peserta akan memberikan hiburan juga kepada masyarakat sekitar dengan pemutaran film di beberapa titik di sekitar lokasi dan pada malam hari ada penampilan kreatifitas seni serta pemaanfatan teknologi tepat guna bagi kegiatan penanggulangan bencana di lokasi perkemahan diiringi oleh musik dan berbaur seluruh relawan, kegiatan ini berguna untuk mendekatkan diri dan saling mengenal.

5.        Baksos Peserta akan melakukan kegiatan baksos lingkungan sekitar dengan membersihkan saluran irigasi dan jalur sumber air minum bagi masyarakat sekitar Tahura KGPAA Mangkunegara I dan donor darah dilokasi perkemahan.



SEKRETARIAT PANITIA :
HEAD OFFICE :
Perum Lojajar Indah Blok E – 105
Sleman – Yogyakarta
Telp. (0274) 6535911
Contact Person :
FEri lais R : 085741945993


Sekretariat Semarang :
Jl. Sri Wibowo Dalam VI/115
Semarang 50148
Telp. (024) 70703045
Contact Person :
MAHESA          : 085729479414
ndemins           : 085640480456

Sekretariat Karanganyar :
Jl. Segondang Baru, Girimulyo, Ngargoyoso, Karanganyar
Contact Person :
Maryono : 085293297115

Email : panitia_jamborekr@yahoo.co.id

DOWNLOAD : FORM PENDAFTARAN

Kamis, 24 Oktober 2013

KONFIRMASI PENDAFTARAN PESERTA JAMBORE DAN GLADI TANGGUH RELAWAN PENAGGULANGAN BENCANA INDONESIA

PENGUMUMAN UNTUK KOMUNITAS RELAWAN PENAGGULANGAN BENCANA INDONESIA

1.  BLOG SARDA JATENG TIDAK BISA DI GUNAKAN UNTUK PENDAFTARAN SECARA
     ONLINE KARENA TIDAK ADA FASILITAS DI DALAM BLOG UNTUK KOMUNIKASI DUA
     ARAH.

2. SEHUBUNGAN DENGAN HAL DI ATAS MOHON KONFIRMASI PENDAFTARAN DIKIRIM  
    VIA EMAIL KE ALAMAT  : panitia_jamborekr@yahoo.co.id

3. KONFIRMASI PENDAFTARAN VIA TELEPON DI NOMOR HOTLINE DI BAWAH INI
    NDEMINS ( DIDIK JATMIKO )       : 085640480456
    KeBO ( MAHESA )                            : 085729479414
    SEMPRONK  ( FERRY LAIS R )      : 085741945993
    MAS DIAN SRU                                : 081567757998

4.  FORM PENDAFTARAN ONLINE DAPAT DI DOWNLOAD DI :
     https://www.facebook.com/groups/SARDA.JATENG/                ATAU KLIK DISINI


Jumat, 16 Agustus 2013

Musibah KM Jhonson di P. Panjang Kab. Jepara

Jepara,15 Agustus 2013 merupakan hari perayaan Lomban (sedekah laut syawalan) warga pesisir Jepara dan sekitarnya. Tim Sarda Jateng yang diwakili Mbah Eko, Didik Djatmiko dan Abdul Muis mendampingi pelarungan. Pelaksanaan pelarungan sedekah dari bapak bupati Jepara menuju tengah laut lepas berjalan lancar hingga selesai..
Namun musibah menimpa penumpang KM Johnson yqng hendak kembali dari P. Panjang menuju dermaga Kartini pada pukul 1.00 WIB. Kapal yg seharusnya membawa max. 20 penumpang dipaksakan mengangkut lebih dari 50an penumpang.

Selasa, 13 Agustus 2013

Wisatawan Rusia Hilang Di merapi

Tim SAR di lereng Gunung Merapi (foto: Ridho Hidayat/Koran Sindo)
Tim SAR di lereng Gunung Merapi (foto: Ridho Hidayat/Koran Sindo)

SLEMAN - Seorang wisatawan asal Rusia sejak kemarin malam hilang di Gunung Merapi, DI Yogyakarta saat melakukan pendakian seorang diri. Hingga siang ini, tim SAR masih melakukan pencarian. 


Berdasarkan informasi, wisatawan tersebut bernama Ebrehnin Yeveny (26). Dia memulai pendakian pada Sabtu, 10 Agustus lalu. "Saat akan melakukan pendakian, dia tidak memberitahu kami," kata Kapolsek Cangkringan, AKP Surahman di lereng Merapi.

Surahman menjelaskan keberadaan bule tersebut sebelum akhirnya hilang. Pada Sabtu sekira pukul 13.00 WIB, Ebrehnin berkunjung ke objek wisata Volcano Tour di Kinahrejo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Saat itu dia bersama teman wanitanya berkebangsaan Indonesia bernama Ester, warga Depok, Sleman.