Tim SARDA JETENG di pimpin langsung Mbah Eco menuju lokasi tanah longsor malam ini juga pukul 23.30 berkekuatan 9 personil ke Desa Plompong, Kecamatan Sirampog. Kab Brebes di bantu oleh Sotong Rescue Pekalongan dan BPBD Prov.JATENG untuk membantu evakuasi korban longsor yang belum di temukan menurut informasi yang di himpun oleh mayor Inf.Amairollah petugas posko BPBD Prov. Jateng dari Mayor Inf.Mulyadi dari KODIM 0713sudah di bentuk Tim SATGAS yang di pimpin langsung DANDIM 0713 Brebes dengan kekuatan 293 orang terdiri dari TNI 40 personil; POLRI 24 personil; SAR 29 personil ;TAGANA 12; BPBD Kab Brebes 5 personil; PKK 10 personil Humas 3 personil; LINMAS 25 Personil ; PUSKESMAS 5 personil dan Masyarakat 100 personil berhasil menemukan 3 korban 5 korban masih dinyatakan hilang , operasi pencarian di hentikan karena di sekitar lokasi hujan lebat . jarak lokasi dengan listrik kurang lebih 600 meter , jarak lokasi dengan sumber air PDAM sejauh kurang lebih 300 meter , hal yang harus di ingat untuk menuju lokasi jalan sangan sempit sehinga hanya mobil ukuran kecil yang bisa masuk .
TIADA KATA JERA DAN PUTUS ASA DALAM PERJUANGAN, MANAKALA PERJUANGAN ITU DI PERUNTUKKAN BAGI KEMULIAAN MANUSIA
SEMANGAT PAGI
Rabu, 06 Februari 2013
Tanah Longsor di Brebes, Delapan Orang Tertimbun
RABU, 06 FEBRUARI 2013 | 18:10 WIB
Tanah Longsor di Brebes, Delapan Orang Tertimbun
TEMPO.CO, Semarang - Bencana tanah longsor kembali melanda daerah Brebes bagian selatan, tepatnya Dukuh Luwung Gunung Sumbing, Desa Plompong, Kecamatan Sirampog. Bencana ini terjadi sekitar pukul 09.00, Rabu, 6 Februari 2013. Kejadian ini mengakibatkan delapan orang tertimbun. Lima orang di antaranya belum ditemukan. “Sedangkan tiga sudah ditemukan. Satu di antaranya meninggal,” ujar Sekretaris Camat Sirampog Kaupaten Brebes, Warnoto, ketika dihubungi, Rabu petang, 6 Februari 2013.
Menurut dia, longsor menimpa petani yang sedang memanen jagung pada tanah lereng di bawah sebuah bukit milik Perhutani. Saat kejadian kondisi alam tidak hujan, namun Warnoto memperkirakan bukit longsor itu akibat guyuran hujan pada sehari sebelumnya.
Saat ini dua korban yang mengalami luka parah dibawa ke Rumah Sakit Umum Purwokerto yang lebih dekat dengan lokasi korban. Sedangkan Search and rescue (SAR) bersama aparat kepolisian dan tentara nasional Indonesia menghentikan pencarian lima korban lain yang masih terpendam longsoran bukit. “Cuaca saat ini justru hujan menimbulkan kesulitan mencari korban terpendam,” kata Warnoto.
Kepala kepolisian Sektor Sirampog, Gofir, menyatakan warga bersama aparat penaggulangan bencana, TNI, dan Polri telah mengupayakan penyelamatan korban tertimbun. “Namun hujan lebat sehingga dihentikan sementara. Itu juga untuk menghindari longsor susulan,” kata Gofir.
Ia mengimbau agar kejadian ini menjadi catatan bagi warga untuk mengurangi aktivitas di daerah yang selama ini rawan longsor. Apalagi menurut Gofir, Kecamatan Sirampog merupakan daerah rawan lonsgor saat musim hujan. “Harus hati-hati, termasuk yang di permukiman di daerah berbukit juga waspada,” kata Gofir.
EDI FAISOL
Menurut dia, longsor menimpa petani yang sedang memanen jagung pada tanah lereng di bawah sebuah bukit milik Perhutani. Saat kejadian kondisi alam tidak hujan, namun Warnoto memperkirakan bukit longsor itu akibat guyuran hujan pada sehari sebelumnya.
Saat ini dua korban yang mengalami luka parah dibawa ke Rumah Sakit Umum Purwokerto yang lebih dekat dengan lokasi korban. Sedangkan Search and rescue (SAR) bersama aparat kepolisian dan tentara nasional Indonesia menghentikan pencarian lima korban lain yang masih terpendam longsoran bukit. “Cuaca saat ini justru hujan menimbulkan kesulitan mencari korban terpendam,” kata Warnoto.
Kepala kepolisian Sektor Sirampog, Gofir, menyatakan warga bersama aparat penaggulangan bencana, TNI, dan Polri telah mengupayakan penyelamatan korban tertimbun. “Namun hujan lebat sehingga dihentikan sementara. Itu juga untuk menghindari longsor susulan,” kata Gofir.
Ia mengimbau agar kejadian ini menjadi catatan bagi warga untuk mengurangi aktivitas di daerah yang selama ini rawan longsor. Apalagi menurut Gofir, Kecamatan Sirampog merupakan daerah rawan lonsgor saat musim hujan. “Harus hati-hati, termasuk yang di permukiman di daerah berbukit juga waspada,” kata Gofir.
EDI FAISOL
sumber http://www.tempo.co/read/news/2013/02/06/173459568/Tanah-Longsor-di-Brebes-Delapan-Orang-Tertimbun
Kamis, 17 Januari 2013
1 keluarga tersengat listrik
![]() |
| foto ilustrasi |
Rawapening kembali memakan korban
korban memanfaatkan cuti dari pekerjaan untuk memancing di Danau Rawapening Bersama dengan dua rekannya Gito dan Mukhtar, mereka masing masing menggunakan perahu yang di sewa dari nelayan sekitar danau dan menuju lokasi di Dusun Tegalwuni, Desa/Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang
Kamis, 03 Januari 2013
2 KORBAN PENDAKI BERHASIL DI EVAKUASI
| foto : dokumentasi suara merdeka |
Wonosobo -Pergantian tahun
merupakan moment berharga yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Acara –
acara telah disiapkan jauh hari sebelum hari pelaksanaan demi memeriahkan acara
tersebut. Tempat – tempat keramaian (hiburan) banyak diserbu penggujung agar
bisa menikmati malam pergantian tahun tersebut. Namun naas di saat sebagian
besar orang merayakan gemerlapan indahnya pesta kembang api dan nyaringnya
teriupan terompet, dua dari enam pendaki harus memejamkan matanya untuk selama –
lamanya di puncak tertinggi ke tiga di jawa tengah. Ya...Gunung Sindoro menjadi
saksi tewasnya dua pendaki ABG asal Desa Kapulogo, Kecamatan Kepil, Kabupaten
Wonosobo. Mufaikin (17 tahun) dan Mundi Ulfuad (15 tahun) yang tercatat sebagai siswa aktif di SMK
Almadani Kepil dan SMP 3 Kepil, bersama empat teman lainya Ahmad Khosim,
Islaudi dan Imam Hidayat yang seharusnya menghabiskan malam tahun baru di
puncak Sindoro, malah menjadi bencana, kedua korban diyakini menghirup gas
sulfur (gas beracun) yang berada di puncak Sindoro. Tim dari SAR, BPBD, Polhut,
TNI, Polri, Pecinta Alam Grasindo berhasil mengevakuasi korban atas nama Mundi
Ulfuad pada pukul 22.00 WIB kerumah duka,,sedangkan Mufaikin baru dapat di
evakuasi pada pukul 06.00 WIB karena terkendala
cuaca buruk dan medanya terlalu berat.
Koordinator Tim SAR Wonosobo Muhail Effendi mengatakan, korban adalah penduduk Desa Kapulogo Kecamatan Kepil di mana mendaki bersama dengan rombongan 6 orang yakni Ahmad Khosim Islahudin, Miqbal dan Imam Hidayat. Bahkan mereka diketahui pelajar yang tercatat masih sekolah di SMK Almadani Kepil dan SMP 3 Kepil.
Langganan:
Postingan (Atom)
