SEMANGAT PAGI

semangat pagi..BILA ADA INFO BENCANA/MUSIBAH SEGERA HUBUNGI EMERGENCY CALL : 024 70703045 / 08122914271)

Sabtu, 22 Desember 2012

korban hipotermia di gunung sindoro berhasil di turunkan

Ilustrasi korban Hipotermia
WONOSOBO - 8 orang pendaki di gunung sindoro berhasil diturunkan (23/12), satu korban bernama Febriani Ika Lestari (21) mahasiswa Akatel Purwokerto. sementara itu 3 temanya yang tersest juga berhasil ditemukan oleh Tim SAR Wonosobo.

8 orang pendaki yang di pimpin oleh Robert Ruly (21) naik lewat jalur sambi, Kab. Wonosobo (22/12) pagi hari, karena cuaca ekstrim dan perbekalan serta bahan penghangat tubuh yang minim salah satu pendaki mengalami Hipotermia di pos 4 sebelum puncak. sedang 3 lainnya yang ingin mencari bantuan malah tersesat.
Tim SAR wonosobo tidak mengalami keslitan dalam menjangkau korban, setelah korban tersesat di temukan kemudian Tim membawa turun ke pos induk Sambi

"korban berhasil kami turunkan dan sekarang baru istirahat di pos induk sambi" ungkap Muhail Koordinator SAR wonosobo. 

karena cuaca esktrim para pendaki dihimbau untuk membawa perbekalan yang cukup serta menyiapkan fisik dan mental sebelum melakukan pendakian. (ndem)

Pendaki Gunung Sindoro terserang hipotermia


WONOSOBO - 8 orang pendaki dari Akatel purwokerto mendaki gunung sindoro lewat jalur sambi wonosobo (22/12) pagi hari sekitar pkl 07.00 WIB, dan tadi sekitar pukul 22.00 Wib sebelum puncak dikabarkan mengalami hipotermia ringan, info didapat dari Eko anggota SAR SATGASGANA Purwokerto Selatan, Setelah salah satu personil pendakian Yanuar mnghubungi lewat pesan singkat dan membutuhkan bantuan.

Koordinator SAR wonosobo, Muhail mengatakan "benar adanya dengan pendakian tersebut setelah di tanyakan ulang kepada penjaga jalur pendakian Sambi"

" saat ini satu tim di berangkatakan menuju puncak sindoro untuk menjemput korban" ujarnya. (ndem)



orang tenggelam di kali cabean Demak

 pencarian orang tenggelam

Demak seorang warga desa Jragung Rt 05/04 kecamatan Karangawen Kab. Demak. Sudarto bin Suaparjo (18), hanyut terbawa arus sungai cabeandeesa setempat, sabtu (22/12) sekitar pukul 17.00 WIB.
peristiwa naas itu bermula saat korban sedang mencari kayu bakar yang terbawa arus sungai, disaat yang bersamaan datanglah banjir.

"pencarian korban oleh warga dilakukan dengan melakukan penyisiran di bantaran sungai, dikarenakan sungai masih dalam keadaan banjir" ungkap Suprapto pegawai BPBD kab. Demak.

"pencarian akan dilakukan besok (23/12) dengan melakukan penyisiran dari TKP" ujarnya...

sampai berita ini diturunkan kali cabean masih dalam keadaan banjir.  (ndem)


Minggu, 16 Desember 2012

Sosialisasi Naval Rescue Team UNDIP (S1 T.Perkapalan UNDIP) oleh SARDA Jateng

Pada tanggal 12 Desember 2012 diadakan sosialisasi relawan Naval Rescue Team UNDIP oleh SARDA Jateng. Naval Rescue Team (NRT) Undip adalah sebuah perkumpulan atau wadah mengenai relawan yang meliputi mahasiswa S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro. NRT sendiri dicetus pada tanggal 10/11/2012 dan resmi dibawah naungan SARDA Jateng pada tanggal 12/12/2012 betepatan dengan sosialisai mengenai relawan oleh SARDA Jateng..


Kurang lebih sekitar 30 mahasiswa S1 Teknik Perkapalan UNDIP mengikuti acara sosialisasi tersebut. Mereka yang ikut adalah mahasiswa yang memiliki keinginan dan keiklhlasan dalam bidang relawan.

Jumat, 05 Oktober 2012

Gempa Mengguncang Kudus


Gempa Mengguncang Kudus
Kamis, 27  September 2012 pukul 12.00 wib  seluruh peserta dibuat gempar dengan adanya gempa yang mendadak, semua orang yang ada di dalam Pendopo Kabupaten Kudus berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.  Korban pun berjatuhan, tidak sedikit dari mereka yang terkena reruntuhan bangunan dan terjatuh akibat panik.  Suasana kian mencekam, rintihan tangis kian menggema dimana - mana, wajah – wajah sedih terlihat sebagai bentuk expresi  memendam duka yang mendalam.
Beberapa korban masih tergeletak tanpa adanya gerakan, entah pingsan atau sudah meninggal. Tidak jauh dari situ terdengar  jeritan kesakitan, sambil melambaikan tangan minta tolong darahnya mengucur deras dengan tulang kaki mencuat keluar. Mungkin dia terkena reruntuhan gedung. Bukan hanya itu saja di banyak tempat juga sama, korban tergeletak dimana-mana, sehingga menambah daftar panjang penderitaan.
Selang beberapa menit setelah gempa mengguncang, tim medis langsung bereaksi menuju tempat yang paling parah dan banyaknya korban yang berjatuhan. Pertolongan pertama segera dilakukan untuk mencegah makin parahnya luka. Beberapa tim medis sangat kewalahan karena banyaknya korban namun tidak menyurutkan niat demi tugas kemanusian yang mulia ini.
Sirine penjang akhirnya menyudahi rangkaian kegiatan diatas. Simulasi bencana untuk pelajar dapat berjalan dengan lancar. Suasana riuh kembali menyeruak di pendopo kabupaten Kudus. Canda tawa keluar dari bibir – bibir anak baru gede itu. Segelas air mineral dan sekotak nasi sudah cukup untuk membanyar kelelahan di siang yang terik itu. Namun mereka cukup bahagia karena selain mendapat ilmu secara teori mereka juga mengaplikasikannya dan juga dapat teman baru.








Kegiatan yang difasilitasi BPBD Propinsi Jawa tengah merupakan suatu pembelajaran dan antipasi dini yang sangat berarti khususnya untuk pelajar , sehingga para pelajar lebih tahu dan siap jika sewaktu – waktu menghadapi bencana tanpa harus panik atau takut. Kegiatan di atas juga bekerjasama dengan Pemkab Kudus, BPBD Kabupaten Kudus, PMI Kudus dan SAR Daerah Jawa Tengah. dempoel RL